Kamis, 30 Desember 2010

IKAN ASAP,PATIN ,LELE

Ikan Asap , Patin, Lele
Usaha ikan asap masih jarang ditemukan. Karenanya, peluang usaha di bidang ini masih cukup baik karena tingkat pesaingnya masih rendah.

a.     Pengenalan Produk
Banyak sekali manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi ikan. Setiap bagian tubuh ikan memiliki manfaat sebagai berikut.
¾     Kepala dan mata ikan mengandung polysachrida yang berfungsi mengontrol aliran darah.
¾     Daging ikan kaya protein dan vitamin.
¾     Kulit ikan mengandung vitamin A dan B2.
¾     Duri ikan kaya kalsium dan kolagen.
¾     Isi perut ikan kaya kandungan vitamin dan mineral, khususnya lemak di baewah kulit ikan mengandung Ekosa Pentaenoic Acid (EPA) yang berfungsi mencegah penyempitan aliran darah dari jantung serta dapat menurunkan kolesterol.
Ikan dapat diolah dengan berbagai cara seperti dibakar, digoreng atau disapi. Ikan yang diolah dengan cara disapi disebut ikan asap. Ikan asap dapat dibuat menggunakan bahan baku ikan laut maupun ikan air tawar. Ikan air laut yang biasa dijadikan sebagai ikan asap antara lain tuna, marlin, pari, cakalang, dan layaran. Sementara ikan air tawar yang dapat dijadikan ikan asap antara lain ikan lele dan ikan patin. Ikan asap sebaliknya dibuat menggunakan ikan yang dagingnya tebal, karena daging ikan menyusut sekitar 30% setelah diasapi.

1.      Bahan dan Cara Membuat
Bahan yang diperlukan untuk pembuatan ikan asap hanya berasala dari ikan segar. Berikut ini cara membuat ikan asap:
¾     Siapkan ikan segar dengan berat 300 – 400 gram/ekor
¾     Kelurakan isi perutnya, kemudian cuci hibgga benar – benar bersih.
¾     Letakkan di atas anyaman bambu. Selain anyaman bambu dapat juga digunakan bahan lain seperti stainless steel.
¾     Nyalakan api dalam ruangan pengasapan hingga nyalanya merata dan mencapai suhu 70 – 800 C
¾     Asapi ikan selama sekitar empat jam. Selama diasapi ikan harus bolak – balik agar matangnya merata. Anyaman dapat disusun hingga lima tumpuk.
Selama matang masukkan ikan ke ruangan yang bersih dan steril. Kemas, kemudian vakum. Setelah itu masukkan ikan ke dalam freezer. Proses cool storage atau pendinginan dilakukan untuk menjaga mutu daging ikan. Ikan asap dapat tahan hingga satu tahun di dalam freezer.

Tips Menghasilkan Ikan Asap Berkualitas
1.      Gunakan ikan yang berdaging tebal, karena daging ikan akan menyusut pada saat diasapi.
2.      Agar matangnya merata, jarak antara tungku pengasapan dan ikan sebaiknya sekitar 90 cm, dengan suhu 70 – 800 C.
3.      Gunakan bahan bakar berupa  batok, daun, dan akar kelapa karena dapat menghasilkan aroma yang khas.
4.      Pastikan bentuk dan ukuran tempat pengasapan yang digunakan sesuai, sehingga ikan dapat matang secara merata.

b.     Gambaran Usaha

1.      Produk
Teknik pengerjaan yang dilakukan secara tradisional dan rasa produk yang alami tanpa campuran bumbu merupakan cirri khas usaha ikan asap. Aneka olahan ikan asap seperti ikan marlin, ikan patin, roy fish, big eyes tuna fish, skipjack fish tuna fish, dan cat fish dapat dihasilkan tanpa menggunakan bahan pengawet sama sekali. Daya tahan ikan asap yang mencapai satu tahun berasal dari proses vakum yang dapat mencegah munculnya kontaminasi bakteri dan dari proses pendinginan.
Bahan baku ikan asap berupa ikan air laut bias didapatkan dari penjual ikan di pusat – pusat penjualan ikan seperti di daerah pantai. Sementara bahan baku ikan air tawar bisa didapatkan dari pasar sekitar daerah tempat pengusaha menjalankan usahanya.
Bahan baku ikan asap sebaiknya menggunakan air ikan segar. Ada pengusaha ikan asap yang memanfaatkan kolam sekitar rumah sebagai sumber bahan baku ikan segar. Dengan menggunakan ikan segar, kualitas dan rasa yang dihasilkan tentu lebih baik.




2.      Pengemasan
Pengemasan ikan asap harus bersih dan higienis. Setelah dikemas menggunakan plastic bening yang bersih dan kuat, kemasan harus divakum. Sebelum dikemas ikan dapat dipotong – potong sesuai bentuk dan ukuran kemasan.

3.      Perlengkapan Usaha
Perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ikan asap antara lain tungku pengasapan, anyaman bambu atau alat pemanggang yang terbuat dari stainlees steel, alat vakum untuk mengisap udara dari dalam plastik kemasan, freezer atau kulkas berukuran besar untuk mendinginkan ikan yang telah dikemas, pisau, ember, dan plastic bening sebagai kemasan.
Kondisi ruang produksi ikan asap harus diperhatikan. Ruang pengasapan harus tertutup rapat agar asap yang dihasilkan tidak hilang sia – sia dan pengaspan lebih efisien.

4.      Tenaga Kerja
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ikan asap tergantung pada jumlah ikan asap yang diproduksi setiap hari atau setiap bulannya. Skala produksi yang dapat mencapai sekitar 1 ton ikan asap perhari membutuhkan tenaga kerja sekitar 25 orang.
Tenaga kerja dibagi atas tenaga kerja bagian penyaringan ikan, bagian pengemasan, bagian pengasapan, bagian penjualan dan bagian administarsi serta keuangan. Tenaga kerja dapat berasal dari keluarga sendiri atau lingkungan sekitar. Tenaga kerja dapat diupah sekitar Rp 700.000,00/bulan.

5.      Promosi Penjualan
Teknik promosi dapat dilakukan oleh pengusaha iakan asap antar lain pemasangan spanduk, penyebaran pamphlet, dan pemasangan iklan di koran – koran atau majalah – majalah khusus yang membahas peluang usaha atau masakan. Promosi juga dapat dilakukan dengan cara mengikuti pameran. Salah satu sarana promosi gratis adalah pemuatan profil usaha berdasarkan wawancara oleh media massa tertentu.
Ikan asap dapat dijual secara langsung dengan cara ditawarkan ke rumah – rumah, dijual kembali oleh agen yang membeli dalam jumlah besar, atau dijual melalui pasar modern seperti supermarket. Ikan asap bahkan dapat dipasarkan ke luar negri. Produk ikan asap dianggap unik dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Tentu saja agar dapat masuk ke pasar modern seperti supermarket dan agar diekspor produk ikan asap harus memenuhi syarat – syarat tertentu seperti  Standar Nasional Indonesia (SNI), label halal dari departemen Agama, izin dari Departemen Kesehatan, dan barcode pada kemasan sebagai salah satu syarat agar produk bisa masuk ke supermarket.

6.      Penetapan Harga
Harga penjualan ikan asap dipengaruhi oleh harga beli bahan baku dan biaya produksi. Ikan asap air laut biasanya dijula lebih mahal daripada ikan asap air tawar. Harga jual ikan asap semakin tinggi jika pasokan bahan baku menurun. Sebagai gambaran, ikan pari asap dapat dijual Rp 12.500,00/205gr, ikan marlin asap Rp 16.500,00/205gr, ikan layaran asap Rp 15.000,00/205gr ikan patina sap Rp 13.500/205gr.

7.      Risiko
Beberapa risiko terkait usaha ikan asap adalah sebagai berikut :
¾     Stok bahan baku yang terbatas, terutama bashan baku ikan laut seperti ikan tuna, ikan cakalang, ikan marlin dan ikan pari. Kondisi ini dapat terjadi meskipun pemesanan dilakukan jauh hari sebelumnya.
¾     Mutu ikan yang dibeli tidak baik. Bahan baku ikan sebaiknya dibeli dari pemasik yang telah menerapkan system rantai dingin (cold chaid system), yaitu penggunaan system pendingin. system sesaat setelah ikan ditangkap hingga dijual. System seperti ini dapat mempertahankan mutu ikan.
¾     Skala (daerah) pemasaran yang masih terbatas, terutama pada awal – awal usaha. Berbagai teknik promosi dan pemasaran seperti diuraikan di atas dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini.

c.     Tip dan Trik Usaha Ikan Asap
1.      Menjalin Kerja Sama dengan Nelayan
Sulitnya pasokan beberapa jenis ikan laut pada saat – saat tertentu membuat pengusaha ikan asap sebaiknya tidak hanya menjalin kerja sama dengan para pemasok ikan. Untuk menjamin kontinuitas bahan baku, perlu ada jalinan kerjasama (kemitraan). Salah satunya dengan Asosiasi Supplier Produk Perikanan Indonesia (ASPPI). Kelompok ini menjembatani para pengusaha produk perikanan dengan para nelayan penangkap ikan.

2.      Teknik Pengolahan Ikan Asap Lebih Cepat Matang
Waktu yang dibutuhkan untuk mengasapi ikan lebih dari 7 jam. Namun, dengan teknik tertentu ikan asap ikan asap dapat matang dalam waktu 4 jam.
Teknik mempercepat kematangan ikan asap dapat dilakukan dengan cara mengusahakan semaksimal mungkin tidak ada asap yang keluar dari ruang pengasapan. Selain itu, dengan cara memaksimalkan jumlah ikan yang diasapi. Semakin banyak jumlah ikan yang diasapi, panas yang dihasilkan menjadi semakin tinggi sehingga ikan mejadi lebih matang.

3.      Menjalin Kerja Sama Pengadaan Bahan Baku Ikan Air Tawar
Dapat dilakukan dengan system plasma. Caranya, masyarakat sekitar mendapatkan bibit ikan air tawar dari pengusaha ikan asap. Ikan – ikan tersebut kemudian dipelihara dan dikembangkan di kolam – kolam milik masyarakat. Tiga hingga enam bulan kemudian masyarakat menjual ikan – ikan tersebut kepada pengusaha ikan asap. Cara ini dapat menjamin ketersediaan bahan baku, selain membantu perekonomian masyarakat sekitar.

d.     Analisis usaha Ikan Asap Skala Rumah Tangga
Asumsi yang digunakan dalam analisis sebagai berikut :
·         Masa pakai pompa air selama dua tahun.
·         Masa pakai alat vakum selama tiga tahun
·         Masa pakai ember selama satu tahun
·         Masa pakai pisau selama satu tahun
·         Masa pakai anyaman bamboo selama satu tahun
·         Masa pakai tungku di ruang pengasapan selama satu tahun
·         Masa pakai freezer selama tiga tahun

1.      Biaya Investasi
·         Pompa air 1 buah                                                    Rp   2.000.000
·         Alat vakum 2 buah @ Rp 7.500.00                         Rp 15.000.000
·         Ember 10 buah @ Rp 20.000                                               Rp      200.000
·         Pisau 10 buah @ Rp 20.000                                     Rp      200.000
·         Anyaman bamboo 20 buah @ Rp 30.000                        Rp      600.000
·         Ruang pengasapan 4 buah x Rp 5.000.000                     Rp 20.000.000
·         Freezer  7 buah @ Rp 3.500.00                                           Rp 24.500.000
·         Rak penempatan ikan 2 buah x Rp 800.000                    Rp   1.600.000+
TOTAL BIAYA INVESTASI                                           Rp 64.100.000

2.      Biaya Operasional per Bulan
¾     Biaya Tetap
·         Penyusutan pompa air 1/24 x Rp 2.000.000                     Rp       83.400
·         Penyusutan alat vakum 1/36 x Rp 15.000.000                 Rp        416.700
·         Penyusutan ember 1/12 x Rp 200.000                               Rp       16.700
·         Penyusutan pisau 1/12 x Rp 200.000                                 Rp       16.700
·         Penyusutan anyaman bamboo 1/12 x Rp 600.000         Rp       50.000
·         Penyusutan ruang pengasapan 1/60 x Rp 20.000.000   Rp        333.400
·         Penyusutan freezer 1/36 x Rp 24.500.000             Rp        680.600+
TOTAL BIAYA TETAP                                                   Rp     1.664.200

¾     Biaya Variabel
·         Ikan pari 1800 kg x Rp 8.000                                               Rp   14.400.000
·         Ikan marlin 450 kg x Rp 18.000                                           Rp     8.100.000
·         Ikan cakalang 450 kg x Rp 14.000                         Rp     6.300.000
·         Ikan Layaran 450 kg x Rp 15.000                                       Rp     6.750.000
·         Ikan tuna 450 kg x Rp 28.000                                              Rp   12.600.000
·         Ikan patin 400 kg x Rp 12.000                                             Rp     4.800.000
·         Ikan lele 500 kg x Rp 12.000                                                Rp     6.000.000
·         Plastic pengemas 7.500 lbr x Rp 700/lbr                           Rp     5.250.000
·         Batok kelapa untuk bahan bakar Rp 100.000 x 30 hr    Rp     3.000.000
·         Tenaga kerja 25 orang x Rp 800.000                                 Rp   20.000.000
·         Listrik dan air                                                             Rp     2.000.000+
TOTAL BIAYA VARIABEL                                                       Rp   89.200.000
TOTAL BIAYA OPERASIONAL                                               Rp   90.864.200

3.      Penerimaan per Bulan
·         Ikan pari asap (600 kg/205gr) x Rp 12.500                       Rp   36.585.300
·         Ikan marlin asap (150 kg/205gr) x Rp 16.500                   Rp   12.073.100
·         Ikan cakalang asap (150 kg/205gr) x Rp 13.500             Rp     9.878.000
·         Ikan layaran asap (150 kg/205gr) x Rp 15.000                Rp   10.975.600
·         Ikan tuna asap (150 kg/205gr) x Rp 14.500                      Rp   10.609.700
·         Ikan patin asap (133,33 kg/205gr) x Rp 13.500                Rp     8.780.200
·         Ikan lele asap (166.67 kg/205gr) x Rp 13.500                   Rp   10.975.800+
TOTAL PENERIMAAN                                                 Rp   99.877.700

4.      Keuntungan per Bulan                   
Keuntungan              = Total Penerimaan – Total Biaya Operasional
                                                = Rp 99.877.700 – Rp 90.864.200
                                                = Rp 9.013.500
5.      Pay Back Period
Pay Back Period                  = (Total Biaya Investasi : Keuntungan) x 1 Bulan
                                                = (Rp 64.100.000 : Rp 9.013.500) x 1 Bulan
                                                = 7 Bulan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar